kibarmedia.com

Popular Post

KPK Bidik Tindak Pidana Korupsi Usai Pilkada Banten

Diposting oleh On Sabtu, November 26, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com – Ada indikasi tindak pidana korupsi dalam proses pilkada yang saat ini masih berlangsung.

Hal ini disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo, kontan saja pernyataan Agus Raharjo menjadi cecaran wartawan yang menanyakan lebih detail terkait aktor yang diduga korupsi tersebut,
"Saya monitor, kami punya radar untuk di sini (Banten). Tapi karena itu (korupsinya) agak besar, itu nanti setelah pilkada aja deh," ujar Agus kepada wartawan di Kantor PWNU Banten, Jl Raya Serang-Jakarta, Kota Serang, Sabtu (26/11/2016).
Menurut Agus, indikasi korupsi itu tidak bisa disampaikan sekarang. Apalagi proses pilkada masih berlangsung di Banten. Yang jelas menurut Agus, KPK sudah mengindikasikan ada tindak pidana korupsi.
"Kita nunggu nanti aja deh," kata Agus.
Menurut Agus, indikasi ini masih berkaitan dengan kasus korupsi di Banten pada masa lalu dan bukan terkait dengan dana kampanye. Agus membenarkan bahwa indikasi korupsi tersebut masih terkait dengan salah satu nama yang kasusnya saat ini ditangani KPK.
"Bukan (dana kampanye). Sebetulnya ada kejadian sebelumnya. Iya ada hubungannya dengan itu (Atut Chosiyah)," ujar Agus ketika ditanya wartawan apakah masih ada kaitannya dengan kasus yang menimpa Atut Chosiyah.
Agus enggan menjelaskan lebih lanjut terkait apakah indikasi tersebut menyasar salah satu calon. Sebab dia enggan dianggap mengganggu berjalannya proses pilkada.
"Makanya, sementara biar aja dulu deh. Nanti dikira mengganggu jalannya pemilihan," ucap Agus
Banten Gandeng KPK Dalam Pembangunan Daerah

Diposting oleh On Selasa, Oktober 11, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com -Pemerintah Provinsi Banten kembali menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Penyusunan Rancangan Teknokratis Pembangunan Jangka Menengah Daerah Banten (RPJMD) tahun 2017-2022. Hadir dalam rapat koordinasi penyusunan ini Gubernur Banten Rano Karno, Sekda Banten Ranta Suharta, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Bupati/Walikota Se-Provinsi Banten, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Kepala SKPD dilingkungan Pemprov Banten dan instansi vertical.
Dalam sambutannya, Gubernur Rano Karno mengatakan dokumen teknokratis RPJMD 2017-2022 nanti tidak disusun hanya dalam rangka pemenuhan amanat undang-undang. Menurutnya harus juga mengatasi masalah aktual pembangunan di Provinsi Banten dan mengakomodir berbagai harapan masyarakat.
"Kiranya perlu dipahami bersama, bahwa kesepakatan yang dibangun dalam rakor ini akan memiliki arti penting terutama dalam hal pencapaian tujuan," ujar Gubernur Rano Karno di Pendopo Gubernur di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Selasa (11/10).
Menurut Gubernur, dalam upaya menjaga sinergitas perencanaan pembangunan antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota, maka sebagian masukan pada rakor ini harus bersama-sama mendengarkan berbagai kebijakan yang akan disampaikan oleh KPK, Kemendagri, Bappenas, Pemprov dan Pemerintah Kabupaten dan Kota.
"RPJMD 2012-2017 akan berakhir, dokumen  teknokratik RPJMD ini menjadi bahan penyusunan rancangan awal RPJMD Provinsi Banten tahun 2017-2022 yang akan diselaraskan dengan visi-misi kepalda derah terpilih," katanya.
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan terus kembali mengingatkan kepada kepala daerah se-Provinsi Banten yang hadir agar transparan dalam penyusunan RPJMD. Ia mengingatkan bahwa uang yang dikelola Pemda Se-Banten bukan milik pribadi, namun berasal dari masyarakat Banten. 
"Uang yang dikelola berasal dari uang rakyat kita, itu bukan dari kantong pribadi, jadi bapak-ibu sekalian mengelola uang masyarakat supaya digunakan dan dimanfatkan untuk masyarakat," ujar Basaria. 
6 Bulan lalu, tepatnya 12 April 2016 KPK dan Provinsi Banten membangun komitmen bersama dalam hal pencegahan korupsi. Dalam komitmen bersama tersebut telah disepakati 10 Komitmen Bersama antara KPK dan seluruh pemerintah daerah Se-Provinsi Banten. Penyusunan rancangan teknokratis RPJMD 2017-2022 adalah salah satu kerja sama yang dibangun antara KPK dan Provinsi Banten. 
"Jika perencanaannya (RPJMD) baik, maka pelaksanannya juga akan baik, tapi jika perencananaannya buruk, maka pelaksanannya juga akan buruk," ucapnya dihadapan ratusa peserta yang hadir.
"Jangan ada bupati dan walikota yang merasa ini wilayah saya, pemabangunan tidak akan jalan. Harus sama-sama sinergi. Kalau masing-masing, pembuatan jalan contohnya, kalau walikota ini merasa miliknya ada kepentingan-kepentingan pribadi di sini tidak akan berjalan," sambungnya.
Sekda Banten Ranta Suharta mengungkapkan, menindaklanjuti 10 komitmen bersama yang telah ditandatangani bersama Gubernur Banten, Ketua DPRD Banten dan Kepala Daera se-banten demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme, Gubernur Banten telah menerbitkan keputusan Nomor 703.05/KEP.232-huk/2016 tanggal 28 April tahun 2016 tentang penetapan rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi Pemprov Banten dan Satgas pelaksana rencana aksi, garis besar rencana aksi dimaksud terdapat enam pokok permasalahan dengan 74 rencana aksi.
"Kami telah menyampaikan laporannya setiap bulan dan dapat kami sampaikanm sampai bulan september 2016 ini progress tindak lanjut sebanyak 39 rencana aksi atau 52,70 persen telah selesai dan sisanya masih dalam proses yang pada umumnya tekendala oleh proses
Peringati Hari Kesaktian Pancasila Dengan Ziarah ke Banten Lama

Diposting oleh On Senin, Oktober 03, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com – Peringatan hari kesaktian pancasila diharapkan mampu membangkitkan kesadaran tiap individu sebagai warga negara Indonesia dalam meningkatkan semangat kebangsaan yang berpijak pada nilai - nilai pancasila. Demikian yang disampaikan Gubernur Banten, Rano Karno, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di KP3B, Senin (3/10).
"Pancasila telah mempersatukan kita sebagai bangsa dan negara secara utuh. Pancasila juga memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, budaya, serta politik masyarakat kita. Nilai – nilai pancasila telah membuat masyarakat kita semakin matang dalam kehidupan bernegara," Ujar Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur juga menambahkan, hari kesaktian pancasila adalah milik bangsa Indonesia. Nilai nilai yang terkandung di dalamnya harus dihayati dan diamalkan, sehingga dapat menjadi kekuatan untk menanggulangi rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Kiranya upacara ini tidak sekedar dilaksanakan memenuhi unsur formalitas semata, melainkan sebagai momentum yang dapat mewarnai jiwa dan semangat nasionalisme kita," Pesannya.
Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berdekatan dengan HUT Provinsi Banten tersebut, Pemerintah Provinsi juga memberikan penghargaan kepada sejumlah elemen masyarakat berperstasi, baik dari unsur pemerintahan, swasta dan pelajar.
Setelah menggelar apel, Gubernur bersama jajarannya melakukan ziarah ke Komplek Pemakaman Keluarga Sultan Hasanudin di Banten Lama, Kota Serang. Ziarah bersama ini dilakukan dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Banten ke 16 tahun. Romboangan diterima oleh Kenadziran Banten Abbas Wasse di pelataran Masjid Agung Banten Lama.
"Besok banten berusia 16 tahun. Ini memang agenda rutin setiap tahun.  Saya berterima kasih kepada Bapak Abbas (Kenadziran) yang telah menyapaikan keluhan dan sarannya," kata Gubernur didampingi Sekda Banten Ranta Suharta.
Gubernur mengungkapkan, pada tanggal 4 Oktober besok, Bank Banten akan melakukan launching di kawasan Banten Lama, hal ini dilakuan karena pendirian Bank Banten merupakan sejarah baru dalam pembangunan Provins Banten.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada keluarga kenadziran yang telah mengijinkan Bank Banten dilaunching dipelataran mesjid lama, karena ada sejarah yang tida bisa dihindarkan disini.," ucapnya.
Pada bulan Oktober ini, kata Gubernur, Provinsi Banten akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren (Pospenas), maka dari itu, masyarakat banten dimiinta ikut mensukseskan pelaksanaan Pospenas.
"Pospenas akan dikunjungi 7000 anak santri, pasti mereka akan berkunjung ke mesjid banten lama. Mudah-mudahan mesjid ini bisa ditata dengan baik dan nyaman dikunjungi dan member kesan bagi santri-santri dari seluruh Indonesia.
APBD Perubahan Banten Alami Kenaikan untuk KPU dan Bawaslu serta penambahan modal Bank Banten.

Diposting oleh On Minggu, September 25, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Anggaran belanja daerah Pemerintah Provinsi Banten pada APBD perubahan direncanakan sebesar Rp9,303 triliun atau naik sebesar Rp492,448 miliar dibanding dengan APBD murni sebesar Rp8,811 miliar. Peningkatan tersebut lebih kepada belanja tidak langsung khususnya dana hibah yang mengalami peningkatan, meski begitu, secara umum alokasi anggaran baik belanja langsung maupun tidak langsung banyak mengalami pengurangan.
Dalam nota pengantarnya, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, untuk belanja hibah Pemprov Banten menganggarkan sebesar Rp2,534 triliun dari alokasi pada APDB murni sebesar Rp1,847 triliun, atau naik sekitar Rp686,549 miliar. Penambahan anggaran tersebut menurutnya diperuntukan untuk pilkada yakni alokasi dana untuk KPU dan Bawaslu serta penambahan modal Bank Banten.
Kenaikan tersebut diperuntukan untuk anggaran KPU sebesar Rp120 miliar dan Bawaslu sebesar Rp40 miliar, sedangakan untuk Bank Banten sebesar Rp300 miliar. Khusus Bank Banten merupakan target prioritas Pemprov, kata Rano saat membacakan nota pengantar gubernur terklait rancangan APBD perubahan 2016 di Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu (25/9).
Dipaparkan Rano, untuk belanja pegawai pemprov  mengangarkan Rp623,280 miliar atau mengalami penurunan sebsar Rp28,248 miliar dari ABPD murni sebesar Rp651,528 miliar. Sedangkan, untuk belanja bantuan sosial sebesar Rp144,540 miliar dari anggaran pada APBD 2016 sebesar Rp152 miliar atau berkurang sebesar Rp7,5 miliar.
Pengurangan-penguran yang terjadi merupakan sesuai instruksi pemerintah pusat dalam efisiensi penggunaan anggara, tukasnya.
Selain itu, Rano menyebut, pendapatan asli daerah mengalami peningkatan sebesar Rp87,746 miliar menjadi Rp5,330 triliun. Diriny berharap, target yang disampiakan pada pripurna dapat tercapai.
Mudah-mudahan target tercapai, Saat ini pemerintah daerah baik itu legislatif maupun ekskutif  telah duduk  bersama. Ini kan anggaran kalaupun bertambah kan ada kesepakatan., imbuhnya.
Terpisah, Ketua Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten, Budi Prajogo, mengatakan, belanja hibah meningkat karena kebutuhan untuk anggaran Pilkada yang diperuntukkan bagi KPU Banten sekitar Rp 120 miliar, dan Bawaslu Rp 40 miliar.  "Secara umum, APBD perubahan ini semangatnya efisiensi karena ada beberapa kebijakan pusat sehingga harus dilakukan penyesuaian-penyesuaian," kata Budi.
Ia mengatakan, dalam upaya meningkatkan PAD, selanjutnya akan digenjot penghasilan dari pajak kendaraan bermotor (PKB) yang menunggak.  "Kalau itu diintensifkan akan naik Rp 125 miliar. Meskipun untuk BBNKB1 itu turun, karena sekarang ini orang banyak beli mobil murah dengan tipe mobil LC/GC," ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Banten Adde Rosi Khoerunnisa mengatakan pengurangan sebagian besar pada belanja tidak langsung dan langsung karena efek kebijakan pengurangan DAK dan penundaan DAU.
"Tetapi mudah-mudahan DAU ini hanya pending ya, karena ini dampaknya besar, khususnya terhadap dua dinas, DBMTR dan DSDAP," ujar politisi Golkar yang akrab disapa Aci tersebut.
Menurut Aci, kebijakan efisiensi tersebut membuat beban belanja daerah tidak besar. Terpenting, kata dia, program-program yang bersentuhan langsung ke masyarakat harus dicover dan tepat sasaran. Untuk Bansos salah satunya dianggarkan untuk program Jamsosratu.  "Untuk belanja pegawai ada pengurangan sekitar Rp 28 miliar. Ini tentu saja menjadikan beban belanja tidak cukup besar, Alhamdulillah. Ada penambahan belanja hibah sekitar Rp 686 miliar memang untuk kebutuhan pilkada yang cukup menyedot anggaran,"ungkapnya.
Soal bantuan keuangan kabupaten/kota yang juga berkurang, menurutnya hal yang wajar. Sebab,  penyerapan kab/kota dinilai kurang maksimal.  "Seperti Kota Serang kan diberi Rp 30 miliar untuk penataan Banten Lama itu kan tidak terserap sama sekali. Daerah-daerah lainnya juga, penyerapannya kurang maksimal," tuturnya.
Ditambahkan Aci, APBD Perubahan 2016 sudah harus ditetapkan 30 September 2016.  "Nanti Selasa besok dilanjut agenda pemandangan fraksi-fraksi, disusul jawaban gubernur keesokan harinya, Kamis ada jeda dulu, dan Jumat tanggal 30 Septembe itu ketok palu. Makanya paripurna hari Minggu ini salah satunya untuk mengejar deadline itu," ucapnya.‎
Tuntut Hak, Honorer K1 Banten Akan Surati Presiden Joko Widodo

Diposting oleh On Rabu, Agustus 31, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Forum honorer Banten meminta KemenpanRB dan Pemprov Banten untuk mengupayakan percepatan pengangkatan PNS menemui titik terang pada bulan Oktober tahun ini. Hal ini di ungkap dalam rilis yang diterima redaksi kibarmedia.com melalui koordinator Forum Horer Banten Endang Suherman Rabu, 31 Agustus 2016.

Selain itu, lambatnya upaya yang dilakukan kemenpan RB dan Pemprov Banten karena hingg kini nasib mereka belum jelas, padahal menurutnya baik KemenpanRB dan Pemprov Banten hingga BKN sudah mengetahui dan menyepakati program strategis Forum Honorer Banten.

Tidak hanya itu, Forum Honorer Banten yang diketuai juga tengah mempersiapkan membuat surat kepada presiden Joko Widodo untuk menuntut hak para Honorer dan juga siap melakukan Demonstrasi dan melakukan class aktion kepada pemerintah jika segala upaya yang dilakukan tetap tidak terkabul.

"kami ingin mengingatkan kembali bahwa  pengangkatan K1 jadi PNS adalah HAK kami dan kewajiban Pemerintah. KemenpanRB maupun Pemprov Banten memiliki kewajiban mengupayakan percepatan pengangkatanya.

Target forum bulan Oktober tahun ini sudah ada kepastian/titik terang. Namun hingga kini kami belum memperoleh informasi yang pasti. Kami tetap akan bergerak menuntut Hak kami ini sampai tuntas, ini sudah jadi kesepakatan bersama sebagaimana tertuang dalam program strategis Forum. Pemprov Banten, KemenpanRB maupun BKN sudah mengetahui program strategis forum karena kami pernah menyampaikanya.

Saat ini kami tengah memantapkan surat ditujukan ke  Presiden berisi tentang tuntutan Hak sebagai warga negara dalam memperoleh keadilan,  sebagaimana diatur dengan jelas dalam undang-undang dan PP 56 Tahun 2012. Terpaksa ini kami lakukan karena kami merasa semua yang terjadi sekarang bergerak dengan sangat lambat. Dengan surat ini kami yakin Bapak Presiden Joko Widodo akan menanggapi dan meresponnya dengan serius, karena beliau pro Rakyat.

Kita akan terus pantau dan evaluasi setiap tahapan program strategis forum ini. Selain itu, dalam waktu yang bersamaan kita tengah mengkaji dan menyiapkan langkah aksi demonstrasi. Mungkin dengan cara-cara seperti ini aspirasi kita dapat didengar.

Dan langkah terakhir yang akan kami tempuh adalah mengajukan gugatan Clash Action kepada pemerintah atas tidak tuntasnya implementasi PP 48 tahun 2005 jo PP 56 Tahun 2016 di Provinsi Banten. Namun demikian, semoga langkah yang terakhir ini tidak perlu lagi kami lakukan karena hak sudah terkabulkan dengan langkah2 yang saat ini tengah dilakukan Pak Gubernur. Aamiin"
Forum Honorer Banten juga mengaku iri dengan kinerja Gubernur Papua Barat yang menemui Presiden dan berhasil mengangkat tenaga honorer di Papua Barat, sebanyak 1.283 tenaga honorer diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Forum Honorer Banten berharap kepada Gubernur Banten Rano Karno untuk mengikuti langkah Gubernur Papua Barat sebagai bentuk keseriusannya dalam mengupayakan perjuangan para Honorer Banten.

"Ada good experience yang patut dicontoh Banten yakni Papua Barat. Setelah Gubernurnya datang bertemu Jakowi, sebanyak 1.283 orang honorer disetujui untuk diangkat jadi PNS (JPNN selasa, 7 Juni 2016). Padahal ini belum tentu semuanya K1. Banten sudah jelas K1 jumlahnya juga tidak sebanyak itu. Ini butuh keseriusan pemprov dalam memperjuangkanya." Ungkap Endang. (Rid)
Peserta Kecewa HAN Tidak Dihadiri Rano Karno

Diposting oleh On Senin, Agustus 22, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Banten 2016 ini adalah peringatan hari anak pertama yang dilaksanakan di pendopo gubernur kp3b Curug Kota Serang, Banten. Selasa (23/8/2016).

Namun acara tersebut tidak dihadiri oleh Gubernur Banten Rano Karno, beberapa peserta mengaku kecewa karena ketidak hadiran orang nomor satu di Banten.
Salah satu peserta dari Tangerang Selatan Fany mengatakan bahwa dirinya sudah mempersiapkan anak didiknya untuk bisa tampil di depan Gubernur

"Kami sudah mempersiapkan anak-anak selama sebulan untuk bisa tampil di depan Gubernur namun pak rano nya gak ada" katanya.

Lebih lanjut wanita yang juga berprofesi sebagai guru Taman Kanak-kanak ini mengatakan seharusnya panitia mempersiapkan acara ini dengan matang, agar agenda gubernur tidak bentrok. Sehingga Gubernur dapat melihat anak-anak Banten berkreasi.

"Panitia seharusnya mempersiapkan acara ini dengan matang, sehingga tidak terjadi agenda gubernur yang bentrok" gumamnya

Sementara itu, beberapa peserta HAN naik keatas panggung. Dan mempertontonkan kemahirannya dalam menari dan memerankan drama kolosal. Selain itu suara emas anak berkebutuhan khusus (tuna netra) tampil memukau membawakan lagu untuk anak.

Rangkaian pagelaran acara HAN tingkat provinsi Banten, dihadiri Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Ketua PKK Provinsi Banten Dewi Rano Karno, Sekda Banten Ranta Suharta, dan Ratusan anak dari kalangan pelajar siswa berprestasi, siswa berkebutuhan khusus se Provinsi Banten.
Kejar WTP, Dinas Pendidikan Banten Kordinasi Pengelolaan Aset dengan Kab/Kota

Diposting oleh On Jumat, Agustus 12, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Dinas Pendidikan Provinsi Banten lakukan kordinasi bersama dinas pendidikan Kabupaten dan Kota se Provinsi Banten guna mensinergikan pelaksanaan pemberian hibah kepada sekolah-sekolah.

Hal ini diungkapkan oleh staf dindik Banten Endang Safrudin kepada kibarmedia.com disela-sela acara rakor bidang Aset dan penatakelolaan beberapa waktu lalu di salah satu hotel kawasan Anyer Serang, Banten.
"Kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan kordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten dan kota se provinsi banten agar sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan hibah harus melapor ke dinas setempat" kata Endang

Lebih lanjut Endang menjelaskan bahwa salah satu penyebab Banten tidak bisa meraih WTP karena pengelolaan aset yang kurang baik di Provinsi Banten.

"upaya ini juga bertujuan agar penilaian BPK menjadi WTP, dengan kordinasi bersama dinas pendidikan  Kabupaten dan Kota agar satu visi yang sama" tutupnya

Sebelumnya di beritakan Dinas Pendidikan Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan manajemen aset dan arsip tahun 2016 pada hari Senin 08 Agustus di Hotel Mambruk Anyer.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari dinad pendidikan provinsi dan Kabupaten / Kota se Provinsi Banten terutama penyimpan dan pengurus barang.

Selain itu hadir pula para pejabat eselon III dan IV di lingkungan dinas pendidikan. Dan menghadirkan Biro Aset dan Perlengkapan Setda Provinsi Banten sebagai Narasumber.
Dalam sambutannya,  Kasubag Umum dan Kepegawean Martinho Soares menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memastikan penata Kelolaan aset dapat terlaksana sesuai peraturan yang berlaku.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menginventarisir dan mendata aset-aset tahun 2015 dan 2016, baik dalam bentuk belanja modal yang digunakan pada internal di lingkungan Dinas pendidikan Provinsi Banten maupun aset yang dihibahkan serta pinjam pakai kepada satuan dinas pendidikan Kabupaten dan Kota se Provinsi Banten.

Aset di lingkungan dinas pendidikan tahun 2015 dan 2016 dapat di inventarisir dan dicatat dengan baik dan benar seluruhnya.

Selain itu, kegiatan ini tersebut juga dapat di jadikan koordinasi antara dinas pendidikan Provinsi dan Kab/Kota untuk mensinerjikan peraturan petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan terutama masalah hibah yang diberikan kepada sekolah-sekolah. (Rid)
Dindik Banten Gelar Rekonsiliasi Aset dan Arsip

Diposting oleh On Kamis, Agustus 11, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Dinas Pendidikan Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan manajemen aset dan arsip tahun 2016 pada hari Senin 08 Agustus di Hotel Mambruk Anyer.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari dinad pendidikan provinsi dan Kabupaten / Kota se Provinsi Banten terutama penyimpan dan pengurus barang.

Selain itu hadir pula para pejabat eselon III dan IV di lingkungan dinas pendidikan. Dan menghadirkan Biro Aset dan Perlengkapan Setda Provinsi Banten sebagai Narasumber.

Dalam sambutannya,  Kasubag Umum dan Kepegawean Martinho Soares menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memastikan penata Kelolaan aset dapat terlaksana sesuai peraturan yang berlaku.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menginventarisir dan mendata aset-aset tahun 2015 dan 2016, baik dalam bentuk belanja modal yang digunakan pada internal di lingkungan Dinas pendidikan Provinsi Banten maupun aset yang dihibahkan serta pinjam pakai kepada satuan dinas pendidikan Kabupaten dan Kota se Provinsi Banten.

Aset di lingkungan dinas pendidikan tahun 2015 dan 2016 dapat di inventarisir dan dicatat dengan baik dan benar seluruhnya.

Selain itu, kegiatan ini tersebut juga dapat di jadikan koordinasi antara dinas pendidikan Provinsi dan Kab/Kota untuk mensinerjikan peraturan petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan terutama masalah hibah yang diberikan kepada sekolah-sekolah. (Rid)
Semen Merah Putih. Sambut Hut RI Dengan Pengobatan Gratis Selama Sebulan.

Diposting oleh On Minggu, Agustus 07, 2016 with No comments

Lebak, kibarmedia.com - Aksi peduli kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan kewajiban semua pihak seperti yang dilakukan produsen Semen Merah Putih dalam menyambut kemerdekaan RI ke 71 dengan menggelar kegiatan corporate social responsibility (CSR) bertemakan Bulan Kesehatan Merah Putih untuk ibu pertiwi. 
Layanan pengobatan gratis yang digelar sebulan penuh di kecamatan Bayah, Lebak, Banten bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat, juga diisi berbagai kegiatan.
‎
Sigit Indrayana, CSR & Public Relations Manager PT Cemindo Gemilang--produsen semen bermerek Semen Merah Putih, kepada Wartawan kibarmedia.com minggu 7/08/2016 menjelaskan Bulan Kesehatan Merah Putih menjadi tema CSR untuk kali ini, sekaligus untuk merayakan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 71 dan mengingatkan semua orang pada pondasi berdirinya republik ini di bulan Agustus.

"Spirit perjuangan kami sebagai pelaku CSR bukan hanya tuntutan kegiatan lanjut Sigit", namun karena ini juga dilandasi semangat beramal dan berbagi dari PT Cemindo Gemilang demi kesejahteraan menuju kemaslahatan masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Lebak menjadi sebuah kewajiban perusahaan, kata Sigit.

Sigit kembali menerangkan bahwa Layanan CSR Semen Merah Putih juga menjangkau penderita penyakit-penyakit khusus, seperti merawat anak penderita Hidrozephalus. Saskia, anak usia tiga tahun penderita hidrozephalus yang telah menjadi  anak angkat dari Ajeng, salah satu staf CSR Cemindo Gemilang. "Saskia yang terlahir dari keluarga tidak mampu di temukan oleh Team CSR  tergeletak begitu saja di rumahnya dan ditinggalkan kedua orangtuanya hingga Team memutuskan untuk merawat Saskia hingga saat ini.

Selain merawat anak berpenyakit khusus, dalam Bulan Kesehatan Merah Putih kali ini diselenggarakan kunjungan dan penyuluhan kesehatan ke sekolah, pesantren di bayah yang menjadi perhatian di 10 sekolah dan pesantren tersebut adalah bahaya narkoba, perilaku sehat dan bahaya pergaulan bebas. Kegiatan ini merupakan kolaborasi CSR Cemindo Gemilang, Kecamatan Bayah, Puskesmas serta pihak sekolah tandasnya.

Di lain pihak Kepala Puskesmas Kecamatan Bayah "H Dedi" mengatakan kepada kibarmedia.com, bulan layanan kesehatan Geratis ini sebelumnya hanya dilaksanakan One Day Service namun seiring berkembangnya informasi dan banyaknya permintaan dari masyarakat serta andilnya mas media kini kegiatan sosial yang rutin di selenggarakan selama satu bulan penuh di bulan agustus. Bahkan Lanjut Dedi" CSR PT Cemindo Gemilang  sekitar 3000 masyarakat telah merasakan manfaat pelayanan dari kegiatan nyata sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat Bayah khususnya.

Program kesehatan geratis dari perusahaan ini (semen merah putih red) sangat membantu pemerintah khususnya bagi masyarakat yang tidak memiliki BPJS sehingga dapat tercover dalam biaya tindakan dan pengobatan,pungkas Dedi.(Kiki Gondrong)
Masih Banyaknya Pemasungan, HMI Lebak Soroti Kinerja Pemerintah

Diposting oleh On Rabu, Agustus 03, 2016 with No comments

Lebak, kibarmedia.com - Indonesi Bebas Pasung 2015 ternyata hanya program seremonial saja, buktinya ada jaman sekarang ternyata masih ada saja orang gila dipasung ketimbang diserahkan ke dokter untuk diobati. Hal itu di katakan ketua bidang PTKP HMI Lebak cucu Komarudin kepada KIBARMEDIA.COM Rabu 03/08/2016.

Saat ini pemasungan terhadap orang gila atau orang yang mengalami ganggung jiwa masih terjadi di berbagai tempat, termasuk di kampung Cidadap desa Cidadap Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak Banten, pemasangungan itu lanjut Cucu dilakukan karena berbagai faktor di antaranya kemiskinan yang dialami keluarga korban karena tidak mampu membawa salah satu keluarganya yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut ke rumah sakit jiwa.

Selain itu Suada orang tua penderita mengatakan ketidak tahuan serta ketakutan dari keluarga karena kerap mengamuk sehingga khawatir melukai diri sendiri, orang lain dan sering menghilang dari rumah sehingga pihak keluarga langsung mengambil tindakan untuk melakukan pemasungan.

"karena kerap mengamuk sehingga khawatir melukai diri sendiri, orang lain dan sering menghilang dari rumah sehingga pihak keluarga langsung mengambil tindakan untuk melakukan pemasungan" ungkap Cucu.

Sementara Ketua Cabang HMI Lebak M Arif menyoroti masalah ini mengatakan kepada Kibarmedia.com dua lembaga di provinsi Banten khusus nya pemerintah daerah kabupaten Lebak yaitu Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan jangan tidur mengatasi persoalan penyakit kejiwaan masyarakat banten ini.

"Menghimbau Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, adalah dua lembaga yang paling bertanggung jawab terkait adanya warga Kabupaten Lebak yang tidak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lebak "

Ia menambahkan, penderita gangguan jiwa harusnya mampu dijamin oleh dinas Sosial provinsi maupun dinas sosial kab.lebak untuk membantu mengurangi beban keluarga dan harus dijamin kebutuhan hidup sehari-hari penderita jika mereka warga yang tidak mampu. 

Pemerintah juga harus peka dengan menjamin kesehatan warga yang sedang ditimpa musibah jangan hanya mengontrol kesehatan warga kabupaten Lebak dari balik meja terang Arif.  (KIKI Gondrong).
Ratusan Warga Cikande Permai Melakukan Kerja Bakti Malam Hari

Diposting oleh On Minggu, Juli 31, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBD) tahun anggaran 2016 yang mencakup  Alokasi Dana Desa (ADD) Rp: 378.189.000.00 Dana Desa (DD) Rp: 650.379.000.00 Bagi Hasil Pajak (BHP) Rp: 51.796.000.00 dan Bagi Hasil Retribusi (BHR) Rp: 6.301.000.00 jumlah Rp: 1.086.665.000.00. Dianggarkan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan desa sebesar Rp: 596.005.350.00 untuk jalan sepanjang 750m dengan system cornisasi  terhitung dari blok L, perempatan photo copy Andesta, hingga pintu gerbang masuk Cikande Permai/ruko.

Dengan dibagi tiga tahap, tahap pertama dari Andesta ke tikungan indomaret sepanjang sekitar 175m dengan lebar jalan 4m dan tebal 10cm, tahap kedua dari belokan indomaret  ke pendopo dengan lebar jalan 4,5m dan ketebalan 10cm dan tahap ketiga dari pendopo ke ruko sepanjang  sekitar 300m dengan lebar jalan 5m dan ketebalan 10cm.  Hal ini diungkapkan bendahara desa Cikande Permai Sugeng Purwanto, saat ditemui Banten com diruang kerjanya.

Tentu saja disambut baik oleh warga desa Cikande Permai, karena selama ini kondisi jalan sudah sangat parah, terlebih disaat hujan turun, jalan terlihat seperti sungai.  Setelah pengecoran badan jalan maka ada perbedaan tinggi antara badan jalan dan sisi rumah warga, sehingga warga desa Cikande Permai khususnya diblok L harus mengurug dan mengecor untuk mensejajarkan badan jalan dan tepi rumah warga yang sebagian besar dijadikan kios untuk berjualan.  Warga melakukan keja bakti dimalam hari, karena kebanyakan warga desa Cikande Permai beraktipitas disiang hari.  Maka malam hari dimanfaatkan untuk melakukan kerjabakti, warga berduyun-duyun melakukan kerja bakti dengan sukarela, adapun bahan-bahan material seperti semen  batu seplit dan pasir didapat dengan cara iuran masing-masing RT.

Diungkapkan  warga desa Cikande Permai  Suhartini yang akrab dipanggil ibu RT ini kerja bakti pembabgunan jalan sengaja dilakukan pada malam hari karena kebanyakan dari warga beraktifitas siang hari.

"Saya merasa senang dengan adanya pembangunan jalan ini, karena kondisi jalan sudah rusak parah.  Mengenai kerjabakti untuk mengecor bahu jalan kami melakukn kerjabakti dimalam hari, karena warga kami kebanyakan beraktipitas disiang hari, adapun dana yang kami dapatkan melalui iuran warga" Ungkapnya. (Dewa)
Keberadaan KTP di Lebak Dinilai Penghamburan APBD

Diposting oleh On Sabtu, Juli 30, 2016 with No comments

Lebak, kibarmedia.com - Kinerja Komisi Transfaransi dan Partisipasi (KTP) Kabupaten Lebak Banten kembali di soroti dua Ormas Nasional, karena dinilai tidak efektif hanya kongko kongko di kantor duduk manis dapet gaji dari negara sehingga terkesan penghamburan Dana APBD Lebak Banten. 

Hal itu di katakan Ketua DPD Pemuda Pancasila (PP)‎ kabupaten Lebak Weli Suntara kepada KIBARMEDIA.COM 28/7/2016. Pada kesempatanya Weli menilai KTP di kabupaten Lebak tidak mampuh bekerja sesuai poksinya, dimana Komisioner KTP haruslah dapat mengadvokasi Masyarakat dengan pemerintah dalam transparansi program baik APBD maupun APBN dan bukan membuat keruh Pemerintahan itu sendiri yang telah membiayai operasional lembaga tersebut, malah KTP mandul tidak mampu menerobos DPRD Lebak terkait transparansi Anggaran Kungker Dewan yang menelan dana sebesar 9 Miliyar.

" saya menilai KTP atau komisi Transparansi dan Partisipasi, selaku advokator sudah keluar jalur dalam tupoksinya, karena telah memperkeruh dan memprovokasi masa dalam aksi penolakan Mobil dinas Sekda Lebak‎ yang tidak ada unsur kerugian negara, sedangkan Anggaran Kungker Dewan dengan nilai fantastis KTP malah hanya diam, jelas keadaan KTP tidak becus bekerja dalam mengadvokasi rakyat hanya menghamburkan uang rakyat" tegas Weli

Sementara lanjut Weli Team PP telah menemukan adanya Oknum Anggota komisioner KTP yang ternyata hanya berpartisipasi dalam pelaksanaan proyek di pemerintah dan dalam waktu dekat ini PP segera melaporkan gratifikasi serta KKN oknum komisioner KTP  kepada aparat hukum, itu komisioner kan sudah mendapatkan gajih dari negara malah main proyek APBD, terangnya.(KIKI Gondrong)
Hutan Gundul Penyebab Banjir Besar di Carita

Diposting oleh On Senin, Juli 25, 2016 with No comments

Carita, kibarmedia.com – Provinsi Banten Sedang dilanda bencana, ratusan rumah terendam banjir akibat hujan lebat di wilayah Anyer dan sekitarnya. Kondisi hutan yang gundul diduga menjadi penyebab banjir, hal ini fisampaikan oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Irna Narulita mengakui banjir itu paling parah menerjang kabupatennya. Ia menduga banjir terjadi karena aksi pembalakan hutan.

"Gunung dan hutannya sudah gundul, makanya banjir. Nanti kita akan segera kirimkan surat kepada pihak Perhutani untuk lakukan penanaman hutan kembali," kata Bupati Irna.

Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri menyebutkan bencana banjir di Anyer-Carita sebagai bencana terbesar di provinsi itu sepanjang 2016. Banjir mengakibatkan lebih 400 warga di Kabupaten Serang dan Pandeglang menjadi korban banjir.

Ahmad Dofiri menjelaskan banjir menerjang ratusan rumah terendam pada Senin 25 Juli. Permukaan banjir paling tinggi mencapai 120 Centimeter.

"Ini merupakan darurat bencana. Selain banjir, hujan kemarin malam pun mengakibatkan longsor. Arus kendaraan di beberapa titik kami turup untuk pembersihan material banjir dan longsor," kata Dofiri di lokasi banjir di Anyer.

Banjir juga memakan korban jiwa, empat orang tewas dalam musibah banjir tersebut. Keempat korban meninggal didalam mobil yang terjebak banjir. Dari informasi yang didapat korban merupakan warga Lebak, Banten.
Genjot Pajak, DPPKD Banten Gandeng Pusat Perbelanjaan dan Mall Dikawasan Tangerang Raya

Diposting oleh On Minggu, Juli 24, 2016 with No comments

Tangerang – Untuk memenuhi pendapatan Pajak untuk daerah, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Provinsi Banten, terus menggenjot pajak hingga ke mall-mall, DPPKD Banten menggandeng sejumlah pusat perbelanjaan dan mall dikawasan Tangerang Raya.

"Respon dari pengusaha sangat positif atas kebijakan Pak Gubernur dalam rangka intensifikasi pajak diwilayah Kota Tangerang, Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang," kata Kepala DPPKD Banten Nandy Mulya dalam acara pelayanan prima di Samsat Cikokol, Kota Tangerang, jumat (22/7).

Nandy mengatakan, kerjasama dengan pihak mall ini diharapkan bisa menyedot pembayar pajak yang tidak sempat melakukan pembayaran di kantor samsat. Adapun mall yang telah bekerjasama dengan pihaknya antara lain mall Alam Sutera, mall Dadap, Sumarecon dan pusat perbelanjaan dikawasan tangerang.

"Masing-masing tempat menyediakan fasilitas atau counter bebas biaya sewa untuk gerai samsat dan gerai SIM. Ada juga yang memberikan ruang space iklan vidiotron sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan pelayanan samsat," jelas Nandy.

Bahkan menurut Nandy, pusat perbelanjaan dikawasan tangerang sudah menangkap bahwa pelayanan samsat keliling telah dipahami dan merupakan bagian dari optimalisasi perusahaan perbelanjaan untuk memanjakan pengunjung sehingga bisa saling menguntungkan. Selain itu, juga untuk mempermudah dan mendekatkan pelayanan bagi masyarakat.

"Bahkan Bank Jabar Banten (BJB) sudah menyiapkan fasilitas hardware elektrik secara lengkap dimasing-masing gerai samsat mall Alam Sutera dan mall Dadap. Kita ingin pelayanan lebih optimal lagi," katanya.

Nandy melanjutkan, pihaknya menargetkan pada tahun ini akan menggelontorkan anggaran bagi hasil pajak Provinsi kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Banten sebesar Rp 2 Triliun rupiah.
"Sampai bulan Mei 2016, Pemprov Banten telah menggelontorkan uang APBD Provinsi Banten kepada Kabupaten dan Kota sebesar Rp.840,2 Milyar, dan Pak Gubernur menargetkan pada tahun ini menggelontorkan kurang lebih Rp 2 Triliun," katanya.

Menurut Nandy, anggaran tersebut sesuai dengan keputusan gubernur nomor 973/kep 332-huk/2016 tentang penetapan realisasi bagi hasil pajak provinsi kepada kabaupaten dan kota se-Banten. Maka dari itu, berbagai upaya akan dilakukan pihaknya untuk meningkatkan pendapatan bagi daerah.
"Upaya kami diantaranya menerbitkan Pergub tentang pembebasan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor dan Pergub tentang pembebasan pajak kendaraan bermotor dan BBNKB bagi kendaraan mutasi masuk dari luar daerah atas nama perusahaan atau badan usaha," jelasnya. (adv)
Pemda Lebak Bantu Keluarga Penyandang Hidrocefalus

Diposting oleh On Sabtu, Juli 23, 2016 with No comments

Lebak, kibarmedia.com - Keluarga Bayi Vika Penyandang Hidrocefalus dan bibir sumbing mendapatkan bantuan biaya hidup dari Pemda Lebak melalui pejabat Sekda H Dede Jaelani. ‎

Nafas lega dan haru tampak di raut wajah kedua orang tua "Vika" balita usia 1,3 Tahun penderita  penyakit hidrocefalus dan bibir sumbing‎ setelah mendapatkan kejutan dari aparatur Pemda setempat yang menyambangi kediamanya di jalan Komdik Rt 06/09 kelurahan MC Timur Kecamatan Rangkasbitung Lebak Banten jumat 22/07/2016 untuk memberikan bantuan biaya hidup keluarganya serta merujuk Vika ke RSCM Jakarta.

Saat di wawancara kibarmedia.com seusai memberikan bantuan kepada orang tua bayi Vika, Dede Jaelani mengatakan, kedatanganya bersama Team ahli Kedokteran dari dinas kesehatan Lebak untuk memastikan keadaan pasien serta memberikan bantuan untuk biaya hidup keluarganya selama bayi tersebut di lakukan Oprasi di RSCM Jakarta.

"Kami dari pemkab mewakili bupati Lebak Hj Iti Oktavia JB telah menerima informasi dari Aktivis Sosial Kesehatan di Lebak sangat respon dan perduli dengan keadaan sosial yang terjadi di wilayah Lebak terutama bagi keluarga miskin, sehingga secara cepat menyambangi kediaman Vika untuk memberikan bantuan kemanusiaan" terangnya.

Lebih lanjut Dede Jaelani mengatakan apresiasi kepada para relawan yang memiliki kepedulian antar sesama.

"Selain itu kami (Pemkab red") sangat mengapresiasi para relawan sosial yang memiliki kepedulian antar sesama dan jangan ragu memberikan informasi terkait keadaan sosial di lingkungan masyarakat kepada Pemda Lebak atau intansi terkait agar segera dapat tertangani" tegas Dede jaelani. (kiki gondrong)‎
DSDAP Banten Bentuk Pokja Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP)

Diposting oleh On Sabtu, Juni 25, 2016 with No comments

Tangerang, kibarmedia.com - Dinas Sumber Daya Air Dan Pemukiman (DSDAP) Provinsi  Banten, menggelar  Rapat Koordinasi (Rakor) penguatan Kelompok Kerja (POKJA), Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Banten, sekaligus Pembentukan Pokja PKP Kabupaten/Kota Ke-1, di Hotel Istana Nelayan Tangerang, Senin (30/05).

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembahsan mengenai berbagai hal, termasuk sosialisasi Kebijakan dan Program Nasional Bidang PKP, Program Sejuta Rumah, dan Program Pembiayaan Perumahan, dihadiri oleh peserta dari perwakilan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Banten yang terkait perumahan.

Zulfi Syarif Koto dalam sambutan kegiatan  sosialisasi Kebijakan dan Program Nasional Bidang PKP, Program Sejuta Rumah, dan Program Pembiayaan Perumahan, Menyampaikan beberapa hal tentang, Kebijakan dan Strategi Penyediaan Perumahan, Sosialisasi Program Sejuta Rumah, dan Sosialisasi Layanan BAPETARUM PNS untuk mendukung Program Sejuta Untuk Rakyat.

1.Kebijakan dan Strategi Penyediaan Perumahan

ZulfiSyarif Koto

Ketua The HUD Institute

2. Sosialisasi Program Sejuta Rumah

3. Sosialisasi Layanan BAPETARUM PNS untuk Mendukung Program SejutaUntuk Rakyat

4. Review Pokja PKP Provinsi

Ir. Hj. Eneng Nurcahyati

Pokja PKP Provinsi

Usai pemberian materi, acara dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi terhadap materi yang diberikan, kemudian seluruh peserta memutuskan dan dapat menyepakati beberapa hal yang berketetapan menjadi Keputusan Akhir Kegiatan ini, yaitu mKebijakan dan program nasional di bidang perumahan dan permukiman, Review rencana kerja dan kelembagaan serta rencana tindak lanjut Pokja PKP Provinsi, Format laporan pelaksanaan A-1, serta Dapat menyebarluaskan info mengenai kegiatan dekonsentrasi terutama mengenai MBR.

Adapun Rekomendasi Review Pokja PKP Provinsi

a. Dari serangkaianRencanaKerja POKJA PKP 2015-2016, perludisusunnyarencanakerjaprioritasmasing – masingbidanguntukTahunanggaran 2016 dengan target yang realistis

b. Mengindentifikasimasalah yang terjadi di lapangandanTindaklanjut

c. PentingnyamembentukPokjaKabupaten / Kota sebagaiujungtombakdari program kerjaPerumahandanKawasan

d. Sesuaidenganvisidanmisipokja PKP ProvinsiBanten, perluditindaklanjuti pula mengenaipembahasanpercepatanpembangunankekekrabatan

TindakLanjut :

1. Telah disusun rencana kerja prioritas dari hasil diskusi

2. Telah di identifikasi permasalahan dan tindak lanjutnya

3. Pemilihan Pilot Project sebagai kab/kota terpilih untuk membentuk Pokja PKP tingkat kabupaten / kota pada Rakor 2.

4. Akan mengadakan pertemuan khusus dengan pelaku PKP di kota Maja serta melakukan audiensi dengan pimpinan daerah (Gubernur) dan jajarannya untuk membahas permasalahan dan kendala yang dihadapi di kota Maja. (Advertorial)
Gubernur Banten Gelar Safari Ramadhan di Kota Tangerang

Diposting oleh On Jumat, Juni 24, 2016 with No comments

TANGERANG, kibarmedia.com – Gubernur Banten Rano Karno bersama seluruh jajaran menggelar safari Ramadhan ke tiga di Cibodas, Kota Tangerang, Kamis (23/6/2016). Dalam acara tersebut, Gubernur menyampaikan kepada masyarakat bahwa sebanyak 40 Peraturan Daerah (Perda) di Kabupaten/Kota se Banten, saat ini sedang dievaluasi oleh Pemprov Banten.

Adapun ke 40 Perda tersebut yakni tentang investasi dan ekonomi. Perda-Perda tersebut dievaluasi untuk disesuaikan dengan target dan percepatan pembangunan di Provinsi Banten. Didepan ratusan masyarakat, Rano menegaskan, dari 40 Perda tersebut tidak ada satupun terkait syariah seperti opini yang berkembang di publik selama ini. 

Pernyataan tersebut terkait berkembangnya informasi di publik terkait rencana evaluasi terhadap Perda Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kota Serang seiring dengan adanya lkasus razia warung makan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Serang.

"Tidak ada satupun perda syariah di hapus Banten, memang ada 40 perda yang dievaluasi, perda itu perda investasi dan ekonomi. Tidak usah kita menciptakan opini yang negatif," ujar Gubernur Banten Rano Karno.

Rano pun berjanji akan mempertahankan Perda Syariah yang ada di Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Bahkan didepan masyarakat, Rano sesumbar mengaku akan pasang badan untuk mempertahankan Perda tersebut. 

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten, Irvan Santoso mengatakan, Safari Ramadhan kali ini menjadi lebih baik dari sebelumnya, karena terdapat beberapa rangkaian kegiatan seperti Bazar Ramadhan, pengobatan gratis, Bakti Sosial (Baksos), dan lainnya.

“Jadi tahun ini tidak hanya menyangkut mengenai keagamaan saja, tetapi melibatkan rangkaian acara yang dibutuhkan masyarakat, termasuk mengumpulkan zakat di Baznas,” ungkapnya.

Baznas ini menyalurkan zakatnya, kemudian kita menghimpun zakatnya, bahkan penghimpunan zakat spontan selama safari ramadhan. Kemudian tahun ini juga terdaopat gebyar zakat. Selain itu juga, alam safari Ramadhan tahun ini juga Pemprov berupaya menyerap langsung keinginan masyarakat.

“Seperti yang disampaikan abuya disela – sela ceramah, jika Peringatan hari Besar Islam (PHBI), jangan hanya dilaksanakan di Kabupaten/Kota lain, karena Banten bukan hanya Serang saja,” katanya.

Irvan berharap, kedepan safari Ramadhan akan menjadi lebih baik lagi, apalagi dengan adanya dukungan dari pihak lain, seperti perhatian yang diberikan oleh pihak Bank Jabar Banten (BJB), dapat diikuti oleh pihak lainnya seperti Krakatau Steel.

“Tahun ini BJB menyalurkan bantuan sembako juga sebanyak dua ribu orang, semoga ini jadi pemicu bagi pihak lain seperti KS. Ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (adv) 
GMAKS Banten Minta Perda/Perwal Kota Serang Tanpa Tebang Pilih

Diposting oleh On Selasa, Juni 14, 2016 with No comments

Serang, bantencom - Setelah adanya peristiwa penegakan perda atau perwal di Kota Serang kepada para pedagang di saat bulan suci Ramadhan dan menjadi berita Nasional yg diangkat oleh media elektronik Nasional mendapat tanggapan yang cukup ramai baik yang pro maupun yang kontra.

Salah satu ketua ormas yang ada di Banten Saeful Bahri mengungkapkan bahwa perda dan perwal seharusnya berlaku bagi seluruh pihak, tidak pilih-pilih atau tebang pilih.

Saeful Bahri meminta kepada walikota Serang agar benar-benar menjalankan beberapa perda lainnya tanpa tebang pilih mengingat proses pembuatan perdaa tersebut tidak gratis, akan tetapi mengeluarkan biaya yg lumayan besar melalui mekanisme yang telah diatur.
Mengingat banyaknya dugaan pelanggaran perda di wilayah pemerintahan kota Serang agar lebih mempercayai kinerja pemerintah di dalam melaksanakan perda tersebut.

"pemerintah harus tegas dan jika memang ada pelanggaran tersebut yang mengakibatkan dugaan gratifikasi dan penyuapan terhadap oknum-oknum penegak perda mohon kepada masyarkat dapat memberikan infonya kepada aparat hukum dan aparat hukum juga agar dapat menindaknya dikarena tidak menutup kemungkinan banyak dugaan oknum yg yg terlibat." Katanya
Lebih lanjut Saeful Bahri juga menekankan Dalam hal ini kami selaku kontrol sosial kepada para petinggi aparat hukum agar tegas juga jika memang ada oknum anggota yg diduga mem backup dalam pelanggaran perda tanpa kecuali.

Kepada BPTPM kota Serang harus terbuka kepada masyarkat dan menghargai informasikan terkait perusahaan yang memang harus memiliki perizinan dan memberikan data terbaru kepada satpol PP agar bisa ditindak dan tidak saling melempar jika terjadi permasalahan guna meningkatkan ketertiban dan penambahan PAD kota Serang. Serta buat sosialisasi kepada masyarakat seluruh perda agar masyarkat yg tinggal di kota Serang megetahui perda/perwal apa saja yg ada di kota Serang.

"Seluruh stake holder yang terkait baik penegak hukum dan dinas yang berwenang memberikan izin untuk melakukan koordinasi dan selaras dalam mengawal dan menjalankan peraturan daerah" katanya
Kerusakan Jalan Akibat Tonase Kendaraan Berlebihan

Diposting oleh On Sabtu, Juni 11, 2016 with No comments

LEBAK, KIBARMEDIA.com – Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten, H. Memed  mengatakan kerusakan jalan di wilayah Lebak disebabkan akibat muataan tonase kendaraan  yang berat melebihi  kekuatan kelas jalan.

"Banyaknya rutinitas kendaraan besar angkutan material Tambang Galian "C"yang melintas itu melebihi tonase jalan, jadi  muatan yang berlebih itu tentu saja  tidak sesuai dengan kekuatan badan jalan, " Kata H. Memed ‎kepada KIBARMEDIA.com,  di Rangkasbitung Rabu 8 Juni 2016.

Kata dia, khusus jalan milik Provinsi Banten yang berada di Kabupaten Lebak ini direncanankan akan segera dibangun, terutama titik-titik jalan yang kondisinya rusak parah di sepanjang jalan Maja Koleyang penghubung jalur alternatif Banten dan Jawa Barat.

" Dalam waktu dekat ini dengan anggaran perubahan mudah- mudahan akan dapat melakukan kegiatan pembangunan bagi titik jalan yang kondisinya rusak parah," katanya.
Ia mencontohkan, jalan yang rusak milik Provinsi Banten itu lokasinya berada seperti ruas jalan Maja- Koleang. Dijalan tersebut berdasarkan laporan pengawas jalan di wilayah terdapat sejumlah  titik jalan yang rusak berat. Penyebabnnya kata dia karena kendaraan dengan tonase berlebihan sering melintas dijalur tersebut.

" Maka sambil menunggu anggaran yang akan datang  kita tentunya sedikit demi sedikit melakukan perbaikan dengan anggaran pemeliharaan rutin. Mengingat anggarannya tidak mencukupi apa bila dimasukan dalam biaya pembangunan dan apa bila terealisasi dalam perubahan itu akan di laksanakan pihak ke tiga melalui lelang," paparnya.

Sementara ini pihaknya kata dia hanya akan bersifat pemeliharaan,   namun Ia berjanji meskipun hanya pemeliharan  tapi tetap akan semaksimal mungkin.

" Dalam pekerjaan di lapangan dengan cara efesiensi pembiayaan pemeliharaan jalan dan jembatan terlebih menjelang hari raya Idul Fitri tentunya kami ingin membuat nyaman para pemudik di jalur tersebut," tukasnya.(Kiki/A1)
482 RTS Pandeglang Dapat Bantuan Dana Jamsosratu

Diposting oleh On Sabtu, Juni 04, 2016 with No comments

Pandeglang, kibarmedia.com – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Sosial Provinsi Banten, mulai mencairkan dana bantuan Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) tahap pertama, sebesar Rp750 ribu, untuk seluruh Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Sabtu (04/06). Dengan begitu, diharapkan dapat membantu ekonomi warga Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).

Acara penyerahan bantuan dan peninjauan penyerahannya di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, dihadiri Asda II Setda Provinsi Banten Eneng Nurcahyati yang mewakili Gubernur Banten Rano Karno didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten beserta jajaran, serta para pejabat Dinas Sosial Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Ino S Rawita mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menganggarkan bantuan khusus pengentasan warga miskin sebanyak Rp141,7 milliar untuk tahun 2016, terbagi di delapan Kabupaten/Kota se Banten.
"Hari ini kami mengunjungi Kabupaten Lebak dan Pandeglang untuk melihat langsung proses pencairan dana bantuan ini, sekaligus memberikan bantuan secara simbolis terhadap beberapa penerima," ujarnya, Sabtu (04/06).

Ino menjelaskan, Penerima Jamsosratu masing - masing mendapatkan dana Rp 2,25 juta pertahunyang dibagi menjadi tiga tahap. Setiap tahapan, bantuan yang dicairkan sekitar Rp750 ribu.
Sementara itu, Asda II Provinsi Banten, Eneng Nurchayati yang mewakili Gubernur Banten Rano Karno menyampaikan, jumlah penerima bantuan di Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang sebanyak 482 RTS. Sedangkan jumlah keseluruhan RTS penerima bantuan di Kabupaten Pandeglang, mencapai 15.000.

"Tadi pagi kami ke Kabupaten Lebak, sekarang di sini. Untuk Kecamatan Pandeglang sebanyak 482 RTS penerima bantuan," terangnya.

Setelah menerima bantuan, Eneng berharap agar penerima tidak menggunakan uang tersebut untuk hal lain, selain kepentingan perlengkapan sekolah anak. Dengan begitu, dana bantuan akan terasa lebih bermanfaat jika sesuai peruntukan.

"Saya minta uangnya jangan dibelikan yang lain ya, itu untuk belanja perlengkapan sekolah anak. Bantuan ini diberikan untuk mengurangi beban ekonomi ibu-ibu," katanya dalam sambutan penyerahan, bantuan di Kantor Pos Pandeglang.

Adapun dana bantuan yang diserahkan di Kabupaten Pandeglang, yakni Jamsosratu sebesar Rp11 Miliar, sedangkan untuk dana bantuan Jamsos Anak, sebesar Rp125 juta, masing masing mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta. Kemudian untuk Lanjut Usia (Lansia), mendapat Rp1.500.000 per orang.